Senin, 02 Oktober 2017

Ketika Rindu Bermuara



Beberapa pekan lalu pernah share tulisan Senin Berbagi dengan tema yang senanda dengan hari ini. Yah, masih tentang RINDU - yang kata quote hits, selalu curang. Dia selalu bertambah dan tak tahu bagaimana caranya untuk berkurang. Eeaaa....

Saya dan si kecil Ilma menghabiskan weekend dengan agenda menjemput Imam keluarga kecil kami. Alhamdulillah, atas izin Allah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji. Berkumpul dengan keluarga dengan kondisi sehat walafiat.

Beragam rasa turut mengiringi penuntasan rindu ini. Penuh haru dan syukur, karena Allah masih melimpahkan kesehatan dan keselamatan kepada suami&keluarga hingga bisa bersua kembali dengan kami di kampung halaman.

Ada semangat, antusias, dan penuh persiapan dalam membersamai si kecil. Karena dia sudah mengerti tentang agenda ibadah yang dilaksanakan Abinya, dia pun tak kalah hebohnya dalam mengakhiri masa penantiannya. Maklum, selama 40 hari cuma bisa saling menyapa via layar persegi dalam genggaman. Yah, efek rindu.

Momen yang paling menyentuh - ketika melihat Ilma belum bisa menyapa Abinya secara langsung. Karena kondisi jamaah haji yang langsung masuk ke aula asrama ketika turun dari bus. Betapa sedih dan kecewa air mukanya. Yah, saya lupa mengkondisikan si balita jika apa yang ia harapkan tidak selamanya berjalan sesuai kemauannya. Sampai ia tertidur sendiri dan dibawa mimpi,hehe...

Jadi momen pembelajaran bagi saya sebagai ibu. Untuk siap siaga menjelaskan sesederhana mungkin segala kemungkinan yang bisa terjadi jika anak sedang menghadapi sebuah peristiwa. Sehingga, anak bisa mendapat gambaran kondisi yang akan ia hadapi.

Mencari pilihan jawaban untuk momen2 yang tidak sesuai dengan harapan anak kecil ternyata tidak mudah (bagi saya). Semoga bisa terus belajar dan belajar..

Ahad pagi, meski lelah masih mendominasi raga - namun pak suami lebih memilih memenuhi janjinya pada si kecil. Permintaan sederhana yang selalu Ilma ucapkan tatkala panggilan video call menyapa.

"Nanti kita main odong-odong lagi nah Abi" ucap Ilma ketika Abinya menelpon.

Selebihnya, saya memanfaatkan waktu dengan beristirahat, karena kondisi drop. Sambil menyaksikan kemesraan seorang bapak dengan putri kecilnya. Tertawa bersama, main gelitik, kuda-kudaan, dan berbagai kebiasaan yang sering mereka lakukan.

Masyaa Allah, betapa bahagia rasanya - ketika rindu bermuara.

Parepare, 2 Oktober 2017
 Tien Asmara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar