Selasa, 29 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang (Day 9)

Belajar bersama Toples


Anak kecil memang paling semangat kalau liat emaknya beberes. Entah apa yang ada dibenaknya. Bersorak kali yah...



Pagi ini agenda Ummi untuk merapikan aneka toples yang bertebaran di rumah. Aksi siapa lagi kalau bukan makhluk kecil yang memang suka memindahkan barang  bukan pada tempatnya.

Bagi sebagian orang tua, keterlibatan anak ikut beberes rumah itu sangat mengganggu. Iyes..bukannya makin rapi, malah makin berantakan yah bun? Hehe..disinilah letak tantangannya.

Jika cara berpikir orang dewasa yang kita setting, yakinlah! Hanya teguran dan larangan yang akan keluar dari lisan kita. Tapi jika kita berusaha memakai "kacamata" si kecil, maka kesempatan belajar akan kita buka selebar-lebarnya buat mereka. Bukankah mereka banyak belajar dengan mengeksplore apa saja yang ada di sekitarnya? Termasuk saat membantu merapikan peralatan dapur.

Maka sebuah keharusan, seorang ibu harus bisa menjaga kewarasannya setiap saat. Kreativitas harus senantiasa tercipta ketika mendampingi buah hati. Aiih, untuk yang satu ini - saya masih jauh dari kata mampu. Namun semangat tuk belajar dan memperbaiki diri sangat besar.
***
Kembali ke merapikan toples..
Saat saya sibuk memasukkan toples ke dalam lemari, maka Ilma pun tak kalah sibuknya mengeluarkan kembali aneka toples tadi. Saya pun berpikir, melibatkannya untuk memasukkan sendiri toplesnya - mungkin alternatif baik untuk memudahkan "tugas negara" ku pagi ini. Namun dia menolak. Hwaah, makin lama ini prosesnya.

Dalam membersamai anak, insting seorang ibu harusnya sudah terlatih. Anak maunya apa? Namun karena deadline pekerjaan rumah, kadang mengabaikan sisi kepedulian kita pada anak.
Rupanya, Ilma sedang ingin diajak bermain dengan aneka toples tadi. Karena lelah sendiri rebutan toples, akhirnya kubiarkan ia memainkan toples tadi dengan bebas. Sambil berusaha berdamai dengan diri, dan menyusun strategi untuk  mengeksekusi kerjaan selanjutnya.

Ilma masih memainkan toples. Dipukul-pukullah tutupnya dengan sendok. Disusun menjadi sebuah menara menjulang ke atas, disusun menyamping seperti kereta, dan berbagai model yang tercipta dari beberapa toples yang digabung.

Sejenak saya berhenti dari kerjaan tadi. Memperhatikan Ilma. " Hey...bukankah Ilma sedang belajar hal yang menarik saat ini??" Pikirku sambil tetap memperhatikan aksinya.

Yaa Allah, padahal tadi sempat berebutan toples tuk segera dimasukkan ke tempatnya. Jika saya bersikeras menuruti kemauanku, mungkin kesempatan belajar anakku pagi ini jadi tidak terfasilitasi. Maafkan ummi nak...

***
Singkat cerita, saya segera merampungkan pekerjaan yang ada dan fokus mengajaknya bermain kembali dengan aneka toples yang masih menarik perhatiannya. Pilihan aktivitasnya adalah mengajak Ilma untuk mengurutkan toples dari ukuran besar hingga ukuran paling kecil. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, Ilma juga saya instruksikan untuk mencari mana pasangan tutup toples dan beberapa peralatan dapur lainnya yang sesuai dengan wadahnya. 





Alhamdulillah, dia mampu menyelesaikan "tugas" yang saya berikan dengan mata yang berbinar.
***
Anakku sayang, belajar itu hak mu nak..!
Maafkan orang tuamu yang kadang masih abai dalam memenuhi hak belajar mu. Bersama Allah, semoga kami senantiasa dibimbing untuk menjadi orang tua yang baik buat dirimu.
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Day9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar