Kamis, 09 Maret 2017

Belajar Menjadi Anak Mandiri



Hari 1 “ Tantangan Kemandirian Anak”

Belajar Menjadi Anak Mandiri


Alhamdulillah, alaa kulli hal….Membaca materi mengenai kemandirian anak – saat raga terpisah jauh dari tubuh mungil penggelora semangat. Rindu...mendesak mata menumpahkan bulir hangatnya. Tantangan pertama ini kumulai di Tanah Suci Mekkah. Karena sebelum materi level 2 diberikan, Allah telah memulai tantanganku  dengan mengikhlaskan diri berpisah tuk pertama kalinya dengan putri kecilku. Berarti pembelajaran kemandirian anak sudah dimulai sejak hari pertama kami berpisah. 

Rencana berangkat umroh sebenarnya  telah disounding kepada Ilma jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Tujuannya supaya Ilma mengerti dan paham terhadap kondisi yang akan dihadapinya. Sempat saya bahas pada cerita komunikasi produktif. Materi belajarku di kelas bunda sayang IIP ternyata berlanjut. Selesai komunikasi produktif, lanjut action di materi kemandirian anak. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan. Atas izin Allah, dan peran besar dari suami dan keluarga yang membersamai Ilma. 

Menurut cerita keluarga, Ilma cuma rewel sebentar saat ditinggal Umminya. Ilma paham jika ditanya umminya kemana? Ilma bisa belajar tidur  sendiri tanpa harus dikeloni sama Ummi. Ilma belajar memilih aktivitas bermainnya sendiri – biasanya  bermain dengan materi yang telah disiapkan Ummi. Bahkan Ilma belajar memilih pakaiannya sendiri setelah mandi (meski butuh banyak jurus saat mengajak mandi). Namun bagi seorang ibu, hal sederhana di atas adalah bentuk kemandirian yang luar biasa bagi anak batita.

#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar