Rabu, 08 Februari 2017

Ummi Belajar Pamit (2)



Hari 10 “Tantangan Komunikasi Produktif”



Ada satu hal yang selalu mengganjal dipikiran dan perasaanku akhir-akhir ini. Bagaimana mempersiapakan anak untuk berpisah dengan umminya – dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Alhamdulillah, in syaa Allah…dua pekan kedepan saya akan melaksanakan ibadah umroh.Karena si kecil belum saya ikutkan, maka selama ibadah akan saya titipkan sama mertua. Galaulah saya. Karena selama ini kami belum pernah pisah tidur. Perjalananku nanti adalah kali pertama saya tidak menginap bersama putri kecilku.

Sebenarnya saya sudah mulai sounding keberangkatan ini sejak sebulan lalu. Dan mendekati hari H, saya masih berusaha untuk mengkomunikasikan ke Ilma bahwa umminya akan pergi ibadah ke Mekkah – dan Ilma akan tinggal sama nenek untuk sementara. 

Sambil bercerita tentang ibadah umroh, bercerita tentang aktivitas-aktivitas menyenangkan yang akan Ilma lakukan bersama kakek neneknya nanti, saya juga memperlihatkan foto-foto tentang Ka’bah, Mesjidil Haram,  gambar pesawat, dan hal lain yang terkait dengan perjalanan saya nanti. Harapannya, ia mendapatkan gambaran kemana Umminya akan pergi.

Jika saya berkata “ Nak…nanti Ummi pergi ibadah umroh yah. Ilma sementara tinggal sama nenek dulu “. Maka jawaban Ilma juga hampir selalu sama “ Aii…ikut kaaa…”.

Yah, mungkin karena usianya masih sangat muda. Wajar saja jika ia belum mengerti maksud umminya. Tapi saya berusaha untuk mengkomunikasikan semua hal kepada Ilma. Supaya ia tidak kaget dan bisa mengerti mengapa sesuatu bisa terjadi.

Belajar pamit,
Meski tampak menyedihkan bagi anak, tetapi mereka dapat belajar untuk percaya kepada orang tuanya – tanpa harus tersakiti atau dikecewakan. 

#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar