Rabu, 08 Februari 2017

Horornya Istri



Hari 9 “Tantangan Komunikasi Produktif”


                                                             (foto by:katakata.me)

Amanah sebagai abdi negara menyebabkan suami harus lembur di kantor. Kondisi ini  pun bukan hal yang baru bagi saya dan si kecil. Kami sudah terbiasa. Namun jika lemburnya melebihi batas waktu yang tidak biasa dan tanpa kabar apapun – bisa menjadi hal luar biasa bagi istri, hehehe…

Dan itu terjadi malam ini,

Pada materi komunikasi produktif dipelajari tentang  kaidah 2C: Clear and clarify, namun kenyataannya malam ini saya tidak mampu menyusun pesan yang ingin saya sampaikan kepada suami dengan kalimat yang jelas (clear). Dan saya pun tidak  sempat memberikan kesempatan kepadanya untuk bertanya dan mengklarifikasi (clarify), terkait sikapku yang “horor” malam ini. Tau kan horor nya istri gimana kalau ngambek? Yaah…diam seribu bahasa,wkwkwk….

Nalar pendek – emosi tinggi,

Demikianlah adanya diriku malam ini,
Rasa-rasanya menguap semua materi yang telah dipelajari kurang lebih 2 pekan ini.

Forum kebatinan pun berlangsung  sekitar 1 jam, hingga akhirnya suami meminta maaf pada istrinya yang memaksakan diri untuk tidur cepat, - padahal mata masih on 100% habis minum kopi, hehe..

Suami masih membujuk, meski mataku (sengaja) terpejam. Pikiranku masih terus merecall materi kelas bunda sayang perdana ini. Tiba-tiba si nalar berbisik “heeyy…apa untungnya ngambek begini? Belum tentu yayangmu ngerti alasan ngambek kalau gak komunikasi kan?”. Tapi “si emosi” juga nimbrung  “harusnya kan dia tau kesalahannya dimana?”.  Mikir..istigfar dalam hati..mata (masih) tidur, hingga suami keluar dari kamar *pergi curhat ke TV 

Aih, lagi-lagi saya salah. Makin tak produktif saja komunikasiku malam ini. Tarik nafas, istigfar lagi. Karena kami bukanlah kelompok anak-anak dan belum tua sekali, maka saya harus mengedepankan nalar. Saya bulatkan tekad tuk gantian menghampiri suami – gantian minta maaf. Agak malu sih, tadi kan ceritanya sudah tidur,hehe…tapi apa sih yang tidak untuk si cinta..

Buka pintu kamar,

Sunyi…

Jleeeb…

Suami sudah tidur nyenyak..

Gimana mau minta maaf? Ya sudahlah, semoga Allah berkenan mempertemukan kami esok hari. Ampuni saya Yaa Gafuur…

Berarti saya melangkah ke kaidah dua, choose the right time!!
Kondisi suami pasti sangat capek dan lelah setelah berlembur ria bersama kerjaannya. Memilih waktu dan suasana yang nyaman untuk menyampaikan penyebab horornya diriku – adalah salah satu upaya untuk mengaplikasikan ilmu komprod ini.

Barakallahu fiik suamiku,
maafkan istrimu yang masih terus belajar dan belajar..
**
Tak sabar,
Ingin rasanya malam ini segera berlalu..
*kecup suami…, eh…#sensor ding..hehehe..

#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar