Rabu, 01 Februari 2017

Abi Bintang Rock..!!



Hari 5 “Tantangan Komunikasi Produktif”

Abi Bintang Rock..!!

Ilma sedang membaca buku ceritanya, membolak balik halamannya lalu balik bertanya :

Ilma : “ Ciapa nama na ini Ummi? “ (menunjuk gambar anak berjilbab di bukunya )
Ummi : “ Ohh, dalam cerita itu namanya Nisa anak solihat. Sama seperti Ilma toh,pake jilbab juga . Ilma juga anak solihat. Kalau Ummi siapa namanya nak?“
Ilma : “ Ummi Titiiiin…” (sambil nyengir)
Ummi: “ Yeiiiyyy….betuuul” (ngasih dua jempol)
                “ Kalau Abi siapa namanya?”
Ilma: “ Abiii bintang lo’…” (Abi bintang rock..!) *sambil melompat..
Ummi: haaaa….?? “ Napa bisa? Bukan nak, nama abita…Abi Cheril”

Ilma: “ Butaaaang….Abi bintang lo’ caaajaaaa…” (ngotot ).
Ummi: “ Siapa yang bilang begitu nak?”
Ilma : “ Nene’ toh…
Ummi: * puyeeeng….
India oh India…suamiku kini berubah jadi bintang rock versi Ilma, wkwkwk…
***
Benarlah apa yang dikatakan Bu Septi dalam perkuliahan perdana kelas bunda sayang. Teruntuk anak-anak kita. “ Mungkin mereka tidak memahami perkataan kita, tetapi mereka tidak pernah salah mengcopy”

Awalnya mungkin hanya bercanda. Tatkala nenek (dari Abi dan Ummi) yang suka nonton sinetron India iseng ngomong ke Ilma “ Anaknya je siapa ini? Anaknya Abi bintang rock kapang?” (heiii….kalau anda kenal cerita ini, berarti suka nonton India juga yak,hehe). Ternyata pernyataan itu tersimpan di dalam memori anak. Informasinya mungkin pernah berulang. Sehingga Ilma sudah bisa mengasosiasikan abinya dengan sosok pemeran utama serial India yang namanya juga Abi.

Menjadi PR besar bagi para orang tua bagaimana berkomunikasi dengan baik kepada anak. Karena anak memang peniru yang handal, maka sepatutnya contoh positiflah yang hendaknya diajarkan. Berbicara atau berkomunikasi dengan batita memang tidak mudah. Namun sedini mungkin, orang tua tetap harus belajar membangun komunikasi tersebut. Anak bisa belajar tentang dirinya, orang2 disekitarnya, lingkungannya, dan banyak hal lainnya. Meski sulit namun beberapa hal yang berusaha kami terapkan dalam berkomunikasi dengan putri kami adalah :
Perhatikan Intonasi, suatu ketika tidak sengaja Ilma menumpahkan banyak kerikil ke dalam rumah. Karena saya kaget, tanpa sadar suara saya naik beberapa oktaf di atas nada standar. Air muka Ilma berubah, matanya berair, menunduk, pucat, terdiam. Astagfirullah, sejak saat itu berjanji harus bisa memperbaiki  intonasi suara.
Sejajarkan posisi tubuh. Yah, sangat terasa bedanya ketika saya sejajarkan tubuh, mendekat dengannya,dan menatap matanya – dibandingkan berbicara layaknya orang dewasa. Ilma lebih fokus dan memperhatikan ucapan saya. Bahkan dilain waktu, ia bisa mengulangi apa yang telah saya katakan dalam kondisi badan sejajar dengan dirinya.

Masih banyak yang harus kami pelajari. Karena berkomunikasi kepada anak membutuhkan kesabaran dan kedewasaan. Juga kewarasan, hihihi…
Bimbinglah kami Yaa Rabb…

#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#OWOP2017
#OWOP01
#rumbelmenulis
#iipsulawesi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar