Selasa, 24 Januari 2017

What make you HAPPY and SAD?

Hari 1 " Tantangan Komunikasi Produktif "

Apa yang kamu rasakan?

Jaman sekolahan dulu, saya termasuk siswa yang ngefans sama dunia diary. "Dear diary, hari ini aku......." 😄. Sepertinya kebutuhan berceloteh ini itu sangat tersalurkan dengan kehadiran buku diary. Salah satu agenda tulisannya adalah saya selalu menyiapkan halaman untuk menjabarkan emosi2 apa saja yang kuekspresikan setiap harinya. Biasanya, satu halaman itu digaris menjadi dua bagian. Trus masing2 bagian diberi judul "Make me happy" dan "Make me sad". Tujuannya tuk apa? Jujur saat itu belum pernah baca teori tentang emosi maupun manajemen emosi. Yang terbayang saat itu, saya cuma mau belajar mengidentifikasi hal2 apa saja yang bisa bikin saya bahagia dan sedih di sekolah. Itu saja! *Ala2 remaja saat itu,hihi..🙊
***
Hari2 berlalu, dan tahun pun berganti..
Qadarullah, saya diterima melanjutkan studi di jurusan Psikologi. Yang kemudian memberikan pemahaman kepada saya bahwa salah satu  aspek emosi adalah kesadaran diri. Dimana Qt harus mampu untuk mengenal dan merasakan emosi diri sendiri, memahami penyebab perasaan yang timbul, serta mampu mengenal pengaruh perasaan terhadap tindakan *hmm...beraaattt,wkwkwk 😆

Dan waktu terus berjalan - yang kemudian mengantarkan sy ke dunia rumah tangga. Universitas Kehidupan. Bersama suami, kami menyepakati tuk saling berbagi cerita, pengalaman hari ini, perasaan hari ini - yang bikin senang dan yang bikin dongkol, mengikat makna, smua2nya sebelum tidur. Yah, salah satu tujuannya agar kami belajar saling memahami perasaan satu sama lain, sama2 belajar mengenal dan mengelola emosi kami. Dan sungguh bermanfaat bagi kami. Tapiii...itu dulu, masa ketika si kecil belum hadir menghebohkan hari2 kami.

Namun setelah si kecil lahir, aktivitas "Make me happy and make me sad" semakin jarang kami lakukan. Ditambah lg dgn kondisi LDM yang lbh sering bikin baper (pelaku LDM pasti ngertilah yahh!! 😂).

Alhamdulillah, materi Komunikasi Produktif ala #iip telah menyadarkan saya kembali "kenapa tidak melakukan hal itu lagi?Bukankah sekarang sdh ada bocil yang bisa didengarkan 'happy' and 'sad' nya?". Meski usia baru 2,6 tahun - namun aktivitas ini bisa menjadi ajang pengembangan aspek emosi anak usia dini kan? Dan saya pun memulainya hari ini..
*Tadi sebelum tidur...

Setelah berdoa, sdh mulai menanyakan "hari ini Ilma main apa?". Ilma pun bercerita banyak hal (meski sebagian ceritanya tidak benar2 terjadi hari ini 😅). Trus lanjut nanya " Ilma senang?" Dijawabnya " Iyyyaa..sennantaa'. Tapi tida' bole lali-lali, nanti jatu, naniiiisss..." 😂 (yess...that's d point!! Lumayanlah bwt anak batita). Kemudian ceritanya dilanjut via hp karena Abi yg sedang dinas diluar kota nelpon.
***
Tantangan hari pertama ini, sy memulainya dengan mengajak putri kecil kami untuk belajar mengkomunikasikan perasaannya. Harapan saya, kedepannya nanti - diantara kami tidak ada kecanggungan dalam memverbalkan perasaan. Komunikasi kami pun bisa menjadi semakin produktif ketika kami bisa saling mengenal emosi yang dirasakan. 

Oia, Ayah Bunda skalian...apa yang bikin ki' HAPPY 😃and SAD 😞 hari ini??

T'senyum slalu yaaak...😍

#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar