Kamis, 26 Januari 2017

Ummi Belajar Pamit



Hari 2 “Tantangan Komunikasi Produktif”

Ummi Belajar Pamit

Dua hari ini aktivitas saya diluar rumah cukup padat.  Menikmati antrian di salah satu instansi pemerintahan serta pengantaran orderan frozen food yang berlanjut sampai malam tadi. Alhasil, saya harus meninggalkan putri kecil di rumah bersama nenek tersayang. Ini bukan kali pertama Ilma saya “titip” sama keluarga. Kalau saya ke kampus, Ilma juga setia main di rumah dengan keluarga.
Sama seperti anak batita pada umumnya,. Setiap kali mau berangkat, drama pun selalu terjadi. Ilma menangis sejadi-jadinya minta ikut. Kalau mau aman, saya bisa saja langsung pergi tanpa pamit. Orang bugis bilang anaknya diciliang (pergi ga’ bilang-bilang). Yah..saya pernah lakukan itu. Karena khawatir Ilma menangis kalau melihat saya berangkat.
Tapi sungguh ternyata saya salah. Saya sadar sikapku itu malah mengajarkan ketidakjujuran kepada putri kecil kami. Ampuni saya ya Rabb… L
Pernah suatu hari saya meminta izin ke Ilma sebelum mengajar..
Ummi : “Nak..besok Ummi ke kampus mengajar nah”
Ilma: “Aiiii….janaaaann…Ummi  jamm pigiii tampuss” ( Ai, jangan..Ummi jangan ke kampus)
Ummi: “ Kenapa kalo Ummi ke kampus nak”
Ilma:” Nanti Imma tita’ ituuu…” (nanti Ilma tidak ikut)
Ummi: J nyengir (Dalam hati sedih sendiri. Mungkin karena saya pernah pergi tanpa pamit).

Dua hari kemarin menjadi momen berharga bagi saya dan Ilma untuk sama-sama belajar. Ilma belajar memahami dan menerima bahwa Ummi ada tanggung jawab yang harus diselesaikan di luar rumah. Ilma belajar bahwa tidak selamanya dia bisa dilibatkan dalam semua aktivitas orang tua, terkhusus yang diluar rumah. Sedangkan saya? Yah…yang paling utama adalah saya belajar pamit. Tidak ada lagi main kucing-kucingan or cili-cilian,hihi..
Gimana reaksi Ilma dua hari kemarin?
Oww…tentu nangis dong! Nah..dimomen ini, keTEGAaan saya kembali diuji. Yup, harus tega dan siap berangkat walau anak masih menangis (meski sebelumnya sudah ada usaha untuk menenangkan, memeluk, dan meyakinkan kalau Ummi segera kembali kalau urusannya selesai).
Cerita mama dan tante yang membantu jaga Ilma – biasanya Ilma menangis cuma sebentar, setelah itu main lagi. Sesekali bertanya “manami ummitu?”
***
Memulainya dengan hal sederhana, belajar pamit..
Salah satu bentuk komunikasi produktif saya ke Ilma yang usianya belum genap tiga tahun.
Semoga saya senantiasa istiqomah melakukannya.
Yuk..bersemangat slalu tuk menjadi Ibu yang baik!

Semoga bermanfaat..

#hari2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar