Minggu, 29 Januari 2017

Jangan Minum Susu Naaah….!



Hari 3 “Tantangan Komunikasi Produktif”




Jangan Minum Susu Naaah….!

Amanah mengajar di kampung tercinta mengharuskan saya untuk nomaden Makassar - Parepare, minimal sekali sebulan. Alhasil si kecil Ima pun besar di jalan. Bagi Ilma  menempuh perjalanan kurang lebih 150 km bukanlah pengalaman baru. Sejak masih status janin (hihi dalam kandungan yak) sampai sehari kelahirannya, dia sudah menikmati perjalanan ini. Hingga sekarang, Ilma setia mendampingi Ummi mengukur jalan Makassar Parepare. Semoga nanti menjadi Mujahidah yang kuat dan tangguh yah nak. Aamiin…

Tapi lain dulu lain sekarang. Mengajak batita melakukan perjalan rasanya sangatlah berbeda ketika ia masih minum ASI dengan tidak (yaa..iyaalahh). Lepas ASI selama dua tahun, Ilma menjadi fans berat susu U**RA kotak. Sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi, susu kemasan ini harus siap sedia. Ilma bahkan menangis tersedu-sedu jika jatah susunya dibatasi karena sudah tidak mau melirik makanan yang sudah disajikan (ini galau Ummi paling akut).

Trus masalahnya dimana? Yah, Ilma selalu muntah jika mengkonsumsi susu kemasan ini selama perjalanan. Bukan hanya perjalanan keluar kota saja, naik mobil di dalam kota pun Ilma sudah mabok kalau sudah minum susu. Tidak ada cara lain kecuali mengurangi konsumsi susu selama perjalanan. Dan Ummi pun belajar mengkomunikasikan masalah ini ke gadis kecil penikmat susu cokelat. 

Percakapan kami sebelum berangkat ke Makssar (lagi)… 

Ummi:” Ilma senang naik mobil kah nak?”
Ilma:” Tennaang ta..tapi munta ta’ nanti je’…”(saya senang tapi nanti saya muntah”
Ummi:”Kita tau kenapaki muntah nak?”(Ilma tahu kenapa bisa muntah?)
Ilma:” Ituu tooh, Imma minum cucu toh, tlus naik mobil..tlus Imma munta deeeh. Caki’pala Imma mii…” (Ilma minum susu, trus naik mobil dan Ilma muntah deh.Sakit kepala Ilma) *sambil pasang muka memelas
Hmmm….berarti anak ini sudah ngeh dengan ketidaknyamanannya saat naik mobil
Ummi: “ Ilma kalau naik mobil ki nanti, tolong tidak minum susu dulu nah. Nanti kalau sudah sampe di Makassar, Ilma boleh minum lagi susunya. Supaya Ilma tidak muntah di jalan “. *Serasa bicara sama anak SD
Ilma : *diam saja sambil melihat kotak susunya. 

On the way Makassar…

Ilma: “ Mii..mota’ cucu..” (Ummi, mau susu..)
Ummi: “ Mauki susu nak? Boleh…tapi kalau sampeki Makassar nah”
Ilma:”Aiii…mota’ cucuuu…” *setengah memaksa
Ummi:”Sabar nak yah, nanti Ilma boleh minum susunya kalau sudah sampai di rumah. Supaya Ilma tidak…? * berharap dia bisa paham dampak minum susu selama di perjalanan.
Ilma:”Munta ta pele’…” (nanti saya munyah) * air mukanya jadi murung namun tatapannya masih mencari keberadaan si kotak kecil.
Ummi:”Iya nak..Ilma belajar sabar nak yah.” *elus2 kepala Ilma
Ilma: “Air putih pele’…” *mencari alternatif sendiri,hehe…
Ummi:” Boleeeehh…..” *kegirangan…..

**
Jika dikomunikasikan, in syaa Allah anak bisa belajar memahami. Mungkin tidak langsung bisa mengikuti instruksi, tetapi anak  bisa belajar sebab akibat dari apa yang ia lakukan. Anak belajar bersabar dan bisa mengelola keinginannya.

***
Sore tadi sebelum share cerita ini ,
Ummi, Abi dan Ilma di dalam mobil – pulang dari rumah Nenek. Karena sakit kepala, saya pun muntah2 di mobil bermodalkan kantongan plastik. Masih sibuk muntah, tiba-tiba gadis kecil ini  “berkicau”.

Ilma: “ Ummi munta tah..?” (Ummi muntah kah?)
Ummi: *Hanya mengangguk dan muntah lagi…
Ilma: “ Janaaan minum cucuuu naah…” (jangan minum susu yah)
Ummi: *menoleh ke Ilma….*tersenyum kecut…

****
Semoga bermanfaat..

#hari3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar