Minggu, 06 November 2016

Permainan Tradisional : Telepon Kaleng

Saya sedang sibuk mengutak-atik kaleng bekas, tiba-tiba Ilma bertanya:
I: "Ummi bitin apa ti?"
U: "Ummi mau bikin apa yaaaahh.."(sambil mengangkat dua kaleng susu bekas kehadapan Ilma)
I: "Itu apa?"
U: "Ini kaleng, ummi mau bikin telepon. Halo..halo..sambil menempelkan salah satu kaleng ketelinga"
I: "Ini hp Ummi e (sambil menunjuk smartphone saya)
* Jiaaaahhh...anakku, sudah tau banget kayanya kalau fung
si menelpon itu pake hp umminya yang biasa ia lihat, bukan kaleng-kaleng. hehe...

Yah, tidak bisa dipungkiri zaman anak sekarang mainannya sudah canggih. Main geser jari telunjuknya saja, berbagai jenis game bisa tersaji dalam sekejap mata. Tapi efeknya? Teman-teman pasti sudah baca dari berbagai artikel, buku, atau meteri seminar dan pelatihan parenting kan?

Supaya tidak ketagihan gadget, alangkah baiknya anak diberi alternatif pilihan permainan lainnya. Mau yang gampang dan murah meriah? Hayuu, kembali ke zaman dulu. Masa dimana anak-anak belum mengenal smartphone. Masa dimana permainan tradisional menjadi pilihan utama untuk berbagi kecerian bersama kawan-kawan. Yup, permainan tradisional. Ga' ada salahnya kan dimainkan sama anak kita sekarang. Malah baik untuk perkembangan mereka, baik secara fisik maupun psikologis.

Beberapa manfaat permainan tradisional yang dapat mempengaruhi perkembangan anak:
  1. Mengembangkan kecerdasan emosi anak, dalam proses bermain ada banyak pembelajaran emosi yang bisa mereka dapatkan. Misalnya : pertengkaran yang terjadi saat bermain, membuat anak bisa mengenali emosi teman sepermainannya. Ada yang ngambek, bergembira, mereka belajar meredam rasa marah kalau ada teman yang bermain curang, belajar empati sama teman, berbagi, dan lain-lain.
  2. Mengembangkan kecerdsan intelektual, dimana anak diajak untuk berpikir dan menggunakan daya nalarnya dalam bermain. Ada beberapa jenis permainan yang menuntut anak untuk menyusun strategi saat bermain. Misalnya bermain dakon, halma, dll
  3. Mengembangkan kreativitas. Berbagai barang bekas dan bahan alam bisa dibuat jadi mainan yang kreatif oleh anak. Orang tua tinggal memfasilitasi supaya anak bisa menghasilkan produk mainan baru dengan memanfaatkan benda di sekitar anak.
  4. Mengembangkan motorik anak. Berlari, melompat, jinjit, melempar, dan sebagainya sangat baik untuk perkembangan motorik anak. Anak pun tidak jadi malas gerak (mager) kayak anak sekarang yang sudah ketagihan gadget.
  5. Anak banyak bersosialisasi. Zaman saya dulu, bermain-main itu melibatkan banyak teman sekampung. Jadi bermain menjadi ajang kami untuk belajar sosialisasi.
Naah, karena merasa lebih banyak manfaatnya bagi Ilma - sedikit2 saya mulai mengenalkan dia pada permainan yang Ummi Abinya senangi dizamannya,hehe..Yang sederhana dulu saja, seperti telepon kaleng ini..

Tema: Permainan Tradisional
Judul: Telepon kaleng
Nama Ibu: Tien Asmara (@tien_palintan)
Nama & Usia Anak: Ilma (2,4thn)
Alat dan Bahan:
- Kaleng bekas susu kental manis (2)
- benang
- lidi dan paku
Cara membuat:
  • Pisahkan bagian penutup kaleng susu
  • Buat lubang pd dasar kaleng dgn paku.
  • Pasang benang, kemudian ikatkan pd potongan lidi yg disimpan disekitar lubang kaleng.
Cara bermain:
  • Berikan salah satu kaleng pd anak,dan satunya lg dipegang orgtua.
  • Tarik ujung kaleng dgn ujung lainx. Hingga benang merentang lurus.
  • Minta anak mendekatkan ujung kaleng yg terbuka ke telinganya. Dan mendengar suara yg keluar.
  • Orang tua berbicara pada kaleng lainnya, hingga anak bs medengar getaran suara yg merambat melalui benang td.
Tujuan permainan:
  • Mengenalkan anak pd permainan tradisilional
  • Stimulasi sensori pd anak (pendengaran)
  • Mengembangkan kemampuan berbahasa anak
 #OWOP
#iipsulsel
#rumahmainanak

2 komentar: