Rabu, 23 November 2016

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR



BELAJAR BAGAIMANA  CARANYA BELAJAR
 (Learning How to Learn)

Nice Homework #5
#tienasmara_NHW#5

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan kamu tidak mengetahui apa-apa. Ia lalu menjadikanmu pendengaran serta penglihatan serta hati, semoga kamu bersyukur” (An-Nahl:78)

Kenapa harus belajar..?
         Belajar tentang tema ini mengingatkan saya pada masa kecil – masa dimana hampir setiap saat orang tua mengingatkan “ Sudah belajar kah?” Atau “PR sudah jadi? “. Namun, hanya sebatas pertanyaan saja yang tidak dibarengi dengan penjelasan kenapa saya harus belajar. Iya, itu dulu. Zaman dimana 80% kecerdasan intelektual lah yang memegang peran penting kesuksesan anak bangsa. Maka yang bisa saya lakukan saat ini adalah memaafkan masa lalu (seperti materi matrikulasi #1) dan melanjutkan peran sebagai pembelajar seumur hidup ^_^,
         Ayat cinta Allah swt yang saya paparkan sebelumnya memberikan isyarat kepada kita manusia, bahwasanya manusia dilahirkan dalam keadaan kosong ilmu pengetahuan. Kemudian Allah memberikan fitrah kepada manusia untuk mencintai ilmu pengetahuan dan menyingkapkan apa yang tidak ia ketahui. Maka dengan nikmat mendengar, nikmat melihat dan nikmat merasakan – manusia berhasil menguasai ilmu pengetahuan. Hingga saat ini berbagai teori baru bermunculan yang diikuti dengan penemuan-penemuan terbaru. Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kau dustakan?
          Alasan lainnya kenapa saya harus belajar adalah agar BAHAGIA. Setuju? Bukankah yang kita cari sebenarnya adalah kebahagiaan? Yah, saya belajar agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa ingin meraih dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa ingin meraih akhirat juga dengan ilmu” (H.R. Muslim)

Belajar itu..
          Kakak mentor saya pernah bilang begini “BELAJAR = BERUBAH“. Tapi jangan berubah menjadi Satria Baja Hitam yak, hehe…Trus berubah apa dong? Maksudnya belajar itu adalah suatu proses kegiatan yang melibatkan terjadinya perubahan pada diri seseorang yang melakukan proses belajar itu. Perubahan yang terjadi pada saat proses belajar berlangsung dan memberikan dampak positif, yakni tujuan seseorang lebih terarah. Misalnya saya bercita-cita menjadi inspirator bagi perempuan lainnya. Maka proses belajar yang saya lalui haruslah membawa perubahan positif pada diri saya dalam menggapai cita-cita.
          Jadi meskipun kita melakukan kegiatan belajar tetapi apabila tidak ada perubahan apapun pada dirinya maka belajar tidak terjadi. Bagi seorang IRT versi saya, belajar dapat dikatakan sudah terjadi apabila saya telah mengalami perubahan berupa:
Ø  Pengetahuan (Cognitive), Apa yang saya tambahkan pada apa yang saya ketahui. Seperti yang telah saya ceritakan pada nice homework #1, bahwa jurusan yang telah saya pilih menuntut saya untuk terus menambah dan memperluas wawasan – terkhusus pada bidang psikologi pendidikan dan perkembangan anak. Sehingga perubahan sudut pandang dalam mengasuh anak dan penambahan informasi pengasuhan yang baik merupakan bukti bahwa saya telah belajar.
Ø  Perasaan (Affective), Bagaimana perasaan saya tentang apa yang saya dengar dan saya baca. Belajar menjadi ibu yang baik memanglah tidak mudah. Tapi akan dirasakan keberkahannya apabila kita menikmatinya. Melalui peran ini, saya lebih belajar berempati terhadap perasaan orang disekitar – terkhusus kepada suami dan anak. Belajar menjadi ibu juga menuntut saya untuk bisa mengelola emosi lebih baik lagi. Berani mengungkapkan perasaan sendiri, baik secara lisan maupun tulisan, dan berbagai perubahan positif lainnya.
Ø  Perbuatan (Behavior): Apa yang saya perbuat dengan apa yang saya dengar dan saya baca. Proses belajar yang saya lalui menyebabkan terjadinya perubahan pola pikir dan pengelolaan perasaan. Adapun wujud realisasi proses belajar pada aspek kognitif dan aspek afektif dapat terukur melalui perubahan (positif) tingkah laku saya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Perbuatan akan lebih terarah karena telah belajar memahami misi spesifik penciptaan diri. Hasil belajar ini kemudia akan dimanfaatkan untuk keluarga., masyarakat dan agama.

Desain Pembelajaran..
         Jika membahas masalah desain atau model pembelajaran terbaik bagi ibu rumah tangga, saya termasuk Ibu yang agak sulit untuk menjelaskan desainnya secara teoritis. Namun yang terpenting bagi saya adalah belajar itu harus efektif. Kalau menurut Bob Nelson dalam bukunya The Complete Problem Solver, ada beberapa cara mengefektifkan cara belajar. Istilahnya sistem belajar MURDER. Apa itu?
1.    Mood - Suasana Hati:
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadi si Ibu. Kalau saya pribadi, selalu bisa menikmati waktu belajar saat anak dan suami sudah tertidur lelap di malam hari. Suasana tenang lebih memudahkan saya untuk berkonsentrasi.
2.   Understand - Pemahaman:
Biasanya saya menandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK saya mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
3.   Recall - Ulang:
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang ibu buat SENDIRI.

4.   Digest - Telaah:
Kembalilah pada unit yang tidak saya mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
5.   Expand - Kembangkan:
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kita pelajari:
·        Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
·        Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
·        Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
6.   Review - Pelajari Kembali:
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu ibu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, saya menerapkan strategi tersebut untuk cara belajarku berikutnya.

          Naah, demikianlah bagaimana cara belajar ala saya. Meski dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi oleh seorang ibu, maka hendaklah ibu menjadikan aktivitas belajar sebagai kebutuhan. Dengan BELAJAR, janji kehidupan  yang lebih semakin terwujud.

_Semoga Bermanfaat__

Tidak ada komentar:

Posting Komentar