Rabu, 14 September 2016

Pensiun Membahagiakan!

Tidak semua orang bisa memaknai kata pensiun dengan perasaan bahagia. Ada yg kaget dengan masa depan, what next? Apakah sy masih bisa produktif seperti sebelumnya? Nnt ngapain aja kalau sudah pensiun? Dan segudang pertanyaan pesimis lainnya..

Namun disisi lain, banyak juga yang berbahagia. Ya.. Kebebasan datang! Mari aktualisasi diri.  Mari menikmati hidup!! Mari berbahagia 😊.

Seperti bapak (mertua) saya ini.  Barakallahu fiik bapak... Beliau memasuki masa purnabakti sejak awal  September tahun ini. Hmm, betapa beliau nampak menantikan moment kebebasan ini. Air mukanya tampak begitu bahagia dengan status pensiunannya. Kami (anak-anaknya) juga merasa senang skali.

Bebas dari jam kantor yang mengikat.  Berangkat jam 6.30 pagi, pulang jam 19.00 malam. Kalau lembur lebih larut lagi. Tapi itu dulu..

Sekarang, pensiun ini menjadikan bapak bisa merencanakan apa saja yg dulu hanya tersimpan rapi dalam daftar target&cita-citanya. Realisasi ide usaha menjadikan bapak siap tuk aktualisasi diri.  Melebarkan sayap pada dunia bisnis.  Semangaaat yah Puang Kakek 😍.

Sore ini, bersama beliau kami menikmati senja di #parebeach Pantai Senggol. Semilir angin membelai lembut wajah bahagia kami tatkala menyaksikan bapak asyik bermain sepeda dengan cucu kesayangannya. Yaiyaaalahh.. Gimana ga jd kesayangan, secara Ilma masih menyandang status the only one😍.

Tetap bahagia bapak.. Benar katamu, pensiun itu sungguh membahagiakan *sambil menatap wajah senangnya Ilma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar