Senin, 29 Agustus 2016

Perbaiki Niat dan Tuliskan!



    Beberapa pekan yang lalu, saya dan suami ikut workshop yang dilaksanakan oleh komunitas yang peduli akan pendidikan keluarga. Salah satu agendanya, peserta diajarkan untuk membuat Family Vision Board (keren yah kedengarannya,hehe..). Saya dan suami sangat antusias mengikutinya. Bagaimana tidak,materi ini menuntun kami untuk kembali memperbaharui visi misi keluarga yang telah kami buat waktu status masih pengantin baru. Jiaahh…empat tahun yang lalu!
Perjalanan hidup yang Allah takdirkan menyebabkan kami memang harus merevisi visi misi keluarga kami. Setelah menyelesaiakn kuliah masing-masing kurang lebih dua tahun, saya dan suami bisa menikmati indahnya kebersamaan (yang pernah LDR-an tau bangeet deh rasanya).
Salah satu target penjabaran dari misi kami adalah menggiatkan kembali aktivitas menulis. Menulis apa saja yang kami suka. Sebelum menikah, sy dan suami memang suka menulis. Bahkan kami pernah buat blog bersama untuk menampung tulisan-tulisan kami. Namun niatan baik itu tidak diiringi tekad yang kuat. Menulisnya belum masuk level istiqomah. Sehingga ide dan gagasan kami hanya sampai pada obrolan dan curhatan kami menjelang tidur. Seperti dongeng.
Gayung bersambut! Keinginan untuk meningkatkan kualitas diri dan menghasilkan karya lewat tulisan sepertinya diizinkan oleh Allah. Beberapa info seputar sekolah menulis menghampiri kami. “ Mungkin ini cara Allah supaya kami semangat untuk menulis lagi ” pikirku. Salah satunya dengan kehadiran Rumbel Menulis IIP. Limpah terima kasih saya haturkan kepada para penggagas lahirnya grup ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.
Rasa-rasanya seperti mendapatkan suntikan kekuatan baru. Keinginan menulis itu seakan memberontak di dalam diri. Namun karena kesibukan, saya selalu saja abai akan niat ini. Rumbel Menulis IIP semoga bisa menjaga semangat menulis saya. Menyesal mungkin iya, kenapa tidak menuliskan semuanya sejak awal. Tetapi tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai belajar kan?
Perbaiki niat dan tuliskan! Kata guru saya, dengan tulisan dunia akan tahu semua hal yang dihadapi. Dengan tulisan, semua akan tahu peran penting diri ini dalam membangun peradaban dunia. Dengan teriakan, seisi ruangan mungkin akan berguncang. Namun dengan tulisan, seisi dunia yang berguncang!

Sekarang, pilihan ada ditangan kita. Maukah ide dan gagasan hanya menjadi sampah pikiran yang siap dibawa kemana saja? Menulis sekarang atau tidak sama sekali. Karena tidak ada hari esok jika tridak dimulai hari ini. 

1 komentar:

  1. Masyaa Allah.. Terus menulis, dan dunia yang akan berguncang..

    BalasHapus