Jumat, 13 Oktober 2017

Review :


Back To Nature : Cafe Pales Teduh 


Assalamu’alaikum, Salam ukhuwah semua..
Teman-teman yang di Parepare mungkin sudah tahu tentang kehadiran Café Pales Teduh yang terletak Di Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Bumi Harapan Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare. Café ini terbilang baru dalam dunia kuliner Kota Bandar Madani. Tepatnya pada pertengahan April 2017. Sejak soft launching, café ini sudah ramai diserbu oleh berbagai kalangan. Yup, karena konsepnya memang beda dari cafe lain yang ada di Parepare.



Bagi anda yang suka dengan suasana alami, terbuka, hijau dan tidak crowded – café ini sangat recomended!

Pales Teduh Café, berasal dari kata “Pales” merupakan owner café ini sedangkan “Teduh” adalah sebuah konsep yang diusung yaitu nuansa keteduhan. Mengapa teduh? Karena bangunan café ini terdiri dari rumah pohon mengelilingi berbagai jenis pohon besar yang ada pada lokasi café. Sangat alami, menyatu dengan alam. 




Desain & Interior

Material bambu dan kayu mendominasi ornamen café. Meja dan kursi pengunjung sebagian besar memanfaatkan bahan alam asli, yakni ranting dan batang pohon. Bahkan beberapa meja sengaja didesain pemilknya mengitari pohon tersebut. So, pengunjung bisa merasakan langsung sensasi bersantai di rumah pohon yang besar. Semilir angin nan sejuk juga melengkapi keteduhan di café ini. Jika anda berkunjung kesini, jangan pernah mencari keberadaan pendingin ruangan (AC) yah! Karena Pales Teduh menggunakan AC alami, alias “angin cepoi-cepoi”, hehe… 

Sebagian besar bangunan café ini beratapkan langit. Juntaian dedaunan dari pohon disekitarnyalah yang akan memayungi anda dari terpaan sinar matahari. Hmm,benar-benar meneduhkan! Namun jika hujan menyapa, sebagian besar spot akan basah. Biasanya pengelola akan memasang terpal darurat apabila lokasi yang beratap (disamping barista) tidak cukup menampung pengunjung yang kehujanan.



Selain itu, pemilik café juga mendesain beberapa spot lainnya yang bisa digunakan pengunjung untuk nongkrong cantik! Ada taman yang dikelilingi dengan aneka tanaman, “sarang burung” yang terbuat dari ranting, beberapa gazebo beratapkan daun rumbia, rumah pohon kecil (cocok bagi anda yang tak takut dengan ketinggian).



Nuansa alami cefe ini dilengkapi dengan kehadiran sungai yang mengitari pinggiran hingga belakang café. Jika beruntung, anda bisa menyaksikan beberapa iguana atau sejenis kadal besar berjalan mencari makan di sepanjang pinggiran sungai. 

Menu dan Harga

Senyaman apapun suasana sebuah café jika anda hanya datang nongkrong saja – tanpa mencoba menunya, waah…rasanya gimana gitu..! Kurang lengkap kan? Senada dengan café dan rumah makan lainnya, Pales Teduh juga menyediakan menu yang banyak diminati warga Parepare. Jika telah memilih lokasi duduk di kursi mana, waiters pun dengan sigap menyapa anda dengan menu book.





Jika kelaparan melanda, anda bisa memesan nasi ayam lalapan (bakar dan goreng), nasi goreng, mie instan kuah dan goreng, dan hidangan ikan (bakar dan goreng). Kalau mau ngemil saja, aneka jenis pisang goreng, kentang dan ubi goreng bisa menjadi pilihan anda. Harganya pun terjangkau! Makanan berat dibandrol dari Rp.15.000 hingga Rp.27.000 per porsi. Jika anda menikmati ikan bakar, harga paketnya disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan yang anda pilih. Aneka gorengannya hanya merongoh kocek sepuluh ribu saja per porsi. Ramah di kantong kan?


Pilihan minumannya pun beragam. Green tea, thai tea, lemon tea, aneka jenis kopi (yang dibuat dengan mesin kopi ala coffee shop), berbagai jus buah, hingga minuman tradisional sare’ba pun ada. Harganya berkisar dari Rp. 12.000 - Rp. 17.000. So, anda bisa menikmatinya sesuai dengan suasana hati dan kantong,hehe..


Agar nuansa alaminya lebih terasa, pengelola café sengaja menyajikan menu dengan menggunakan media alami juga. Piring yang digunakan terbuat dari anyaman bambu dan rotan, penyajian kopi atau minuman panas lainnya menggunakan gelas yang terbuat dari tanah liat dan tempurung kelapa. Menyatu dengan alammnya jadi lebih berasa!

Semua kalangan, berbahagialah disini!

Kemunculan café, warkop, atau rumah makan di Parepare bak jamur di musim hujan. Tentunya dengan keunikan masing-masing. Ada warung kopi yang biasanya lebih digandrungi oleh kaum pria dan beberapa café yang desainnya kekinian khas anak muda untuk berselfie ria. Semuanya memiliki bangsa pasar tersendiri. Terkhusus Pales Teduh Café , sepertinya owner berusaha menggaet semua kalangan. Hal ini terlihat dari kedatangan pengunjung yang bervariasi. Anak muda yang datang nongkrong bersama temannya, ibu-ibu yang melaksanakan arisan bulanan, reuni berbagai angkatan, perayaan ulang tahun anak bahkan orang tua, nonton bareng, bedah buku maupun diskusi komunitas yang sifatnya semi formal.



Oia, café ini juga ramah anak loh! Karena bersentuhan langsung dengan alam, Pales Teduh memfasilitasi salah satu kebutuhan dasar anak – bermain sambil belajar. Memang sih belum ada play ground khusus untuk anak, namun keberadaan pohon besar nan rindang, akar pohon yang menjuntai, aneka bunga, tanaman sayur dan view sungai bisa membuat anak belajar banyak. Sepertinya lebih menarik jika owner melengkapinya dengan fasilitas outbound khusus anak. karena lokasinya memang sangat mendukung.




Suasana makin berkesan dengan kehadiran live music maupun alunan MP3. Pilihan lagunya pun easy listening. Seringkali diakhir pekan, café ini menyajikan pagelaran seni seperti parade puisi  dan musik traditional. Jadi ada banyak cita rasa yang bisa pengunjung nikmati.



Mushollah & Parkiran
Pengunjung tidak perlu khawatir saat nongkrong dan waktu sholat tiba. Karena pengelola café telah menyiapkan mushollah yang cukup nyaman anda gunakan. Bangunan mushollah juga didesain menggunakan sisi pohon besar pada café. Diatasnya dibangun lantai dua bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana café dari tempat yang lebih tinggi.
Ketersediaan lahan parkir yang memadai juga menjadi pertimbangan pengunjung dalam menentukan destinasi kuliner mereka. Café ini telah menyiapkan lahan parkir untuk mobil di samping bangunan, sedangkan motor pada bagian depan café.



Informasi tambahan, lokasi Café Pales Teduh memang tidak terletak di tengah kota. Mungkin sudah masuk ke wilayah dataran tinggi kota Parepare. Kondisi jalan menuju lokasi sudah sangat baik. Namun belum bisa dijangkau setiap saat dengan angkutan umum (pete-pete). Kecuali penumpang request khusus kepada supir untuk diantar khusus ke lokasi. Bisa dijangkau dengan ojek, namun ongkos ojeknya terkadang melebih tarif normal pete-pete jurusan Type-C. Sebagian besar pengunjung memang datang menggunakan kendaraan pribadi mereka.
Ok..reviewnya sampai disini dulu yah. Silahkan memasukkan Café Pales Teduh kedalam list kunjungan kuliner anda bersama sahabat dan keluarga. Café ini buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga mid night. Anda juga bisa stalking berbagai postingan terkait café pada akun Facebook Kedai Pales Teduh dan Instagram @pales_teduh. Reservasi atau sekedar tanya-tanya bisa melalui nomor WA 085340474891.

Senin, 02 Oktober 2017

Ketika Rindu Bermuara



Beberapa pekan lalu pernah share tulisan Senin Berbagi dengan tema yang senanda dengan hari ini. Yah, masih tentang RINDU - yang kata quote hits, selalu curang. Dia selalu bertambah dan tak tahu bagaimana caranya untuk berkurang. Eeaaa....

Saya dan si kecil Ilma menghabiskan weekend dengan agenda menjemput Imam keluarga kecil kami. Alhamdulillah, atas izin Allah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji. Berkumpul dengan keluarga dengan kondisi sehat walafiat.

Beragam rasa turut mengiringi penuntasan rindu ini. Penuh haru dan syukur, karena Allah masih melimpahkan kesehatan dan keselamatan kepada suami&keluarga hingga bisa bersua kembali dengan kami di kampung halaman.

Ada semangat, antusias, dan penuh persiapan dalam membersamai si kecil. Karena dia sudah mengerti tentang agenda ibadah yang dilaksanakan Abinya, dia pun tak kalah hebohnya dalam mengakhiri masa penantiannya. Maklum, selama 40 hari cuma bisa saling menyapa via layar persegi dalam genggaman. Yah, efek rindu.

Momen yang paling menyentuh - ketika melihat Ilma belum bisa menyapa Abinya secara langsung. Karena kondisi jamaah haji yang langsung masuk ke aula asrama ketika turun dari bus. Betapa sedih dan kecewa air mukanya. Yah, saya lupa mengkondisikan si balita jika apa yang ia harapkan tidak selamanya berjalan sesuai kemauannya. Sampai ia tertidur sendiri dan dibawa mimpi,hehe...

Jadi momen pembelajaran bagi saya sebagai ibu. Untuk siap siaga menjelaskan sesederhana mungkin segala kemungkinan yang bisa terjadi jika anak sedang menghadapi sebuah peristiwa. Sehingga, anak bisa mendapat gambaran kondisi yang akan ia hadapi.

Mencari pilihan jawaban untuk momen2 yang tidak sesuai dengan harapan anak kecil ternyata tidak mudah (bagi saya). Semoga bisa terus belajar dan belajar..

Ahad pagi, meski lelah masih mendominasi raga - namun pak suami lebih memilih memenuhi janjinya pada si kecil. Permintaan sederhana yang selalu Ilma ucapkan tatkala panggilan video call menyapa.

"Nanti kita main odong-odong lagi nah Abi" ucap Ilma ketika Abinya menelpon.

Selebihnya, saya memanfaatkan waktu dengan beristirahat, karena kondisi drop. Sambil menyaksikan kemesraan seorang bapak dengan putri kecilnya. Tertawa bersama, main gelitik, kuda-kudaan, dan berbagai kebiasaan yang sering mereka lakukan.

Masyaa Allah, betapa bahagia rasanya - ketika rindu bermuara.

Parepare, 2 Oktober 2017
 Tien Asmara

Rabu, 27 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day 7)

Celengannya Belum Penuh

Pagi tadi saya melihat Ilma memegang beberapa koin. Nanya deh ke gadis kecil,

Ummi: "Dapat dari mana uangnya nak?"
Ilma: "Di meja"
Umi: "Kenapa tidak ditabung?"
Ilma: "Ihh...sudah banyak ditabung, tapi belum penuh ikannya".
Ummi: "Oiya...Ilma harus sabar, menabung sedikit sedikit. Nanti jadi banyak uangnya sampai penuh"
Ilma: (diam...memperhatikan koin yang ia pegang). " kasi masuk lagi tuuh?" (Jadi dimasukkan lagi uangnya?)
Ummi: "Memang dapat dimana uangnya?"
Ilma: "Ikannya tadi dikasi begini..."
(memperagakan gaya mengeluarkan uang dari celengan )
Ummi: "Hwaaaah, kalau dikasi begitu memang tidak penuh ikannya nak"
(wkwkwk)

***
Mengembangkan kecerdasan finansial anak memang banyak menstimulasi aspek kehidupan lainnya. Yah, salah satunya melatih kesabaran anak menanti celengannya penuh 😄.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day7

Selasa, 26 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day 6)

Sore tadi,
Ilma: "Ummi....mau anggur"
(teriak Ilma saat sedang membaca buku aneka tumbuhan di depannya)
Ummi: " Sudah habis nak, kan sudah dimakan semua yang kemarin nak".
Ilma: "Tapi suka ka saya anggur"
Ummi: " Iya, nanti kita beli lagi nah...tapi harus apa dulu uangnya??"
Ilma: " Tabung dulu sampe banyaaaaakk...."
(Teriak lagi....😄)

***
Yang ditabung biasanya lebih sering pakai koin. Tapi belanjanya tetap pakai uang di dompet Ummi. Hehehe...

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day6

Anak Cerdas Finansial (Day 5)

Kan Sudah Menabung..!!

Pagi ini, Ilma meminta menikmati sarapannya di teras rumah. Saya pun mengiyakan, mumpung udaranya masih segar sekali. Alhamdulillah, semalaman kota kami diguyur hujan.

Seperti biasa, tidak afdol bagi Ilma jika tak berlari-larian. Aktivitas favoritnya tatkala bermain di luar rumah. Tiba-tiba ada penjual martabak manis yang lewat.
Ilma mematung, matanya mengikuti gerobak penjual yang berjalan lambat di sampingnya. Bisa diduga dong ekspresi selanjutnya bagaimana??

Ilma: "Miiii....mau ka beli itu!"
Ummi: "Kan sedang sarapan ini, nanti Ilma sudah kenyang".
Ilma: " Iya, sudah kenyang makan itu. Makan ini lagi..."
(sambil nunjuk gerobak yang sukses 'mendarat' pas di depan kami. Oaalaaah Mas.., kamu sesuatu 😄).
Ummi: " Bagaimana kalau Ilma habiskan sarapannya dulu? Nanti baru jajan nah.."
Ilma: " Àiii...pulang nanti Masnya. Mana uangku mi?? Kan sudah tabung!"
Ummi: Eeeiihhh....(Tersentak dengan pernyataannya).

Karena bingung mau bilang apalagi, saya masuk ke kamar saja ambil uang 😄.

***
Sebenarnya drama membujuk Ilma untuk tidak jajan dulu masih bisa berlanjut. Tapi saya kaget saja, ternyata apa yang saya katakan pada Ilma sebelum-sebelumnya masih dia ingat.
"Jadi Ilma kalau mau belanja, uangnya ditabung dulu nah. Nanti kalau sudah ditabung, boleh beli yang Ilma mau" kataku beberapa hari sebelumnya saat sedang melatihnya menabung.

Mau ga' dikasih, tapi emaknya sudah terlanjur menjelaskan sesuatu yang ia pahami dengan sangat sederhana. Meski yang saya maksudkan bukan begitu sih,hehe..
Tapi minimal Ilma sudah lebih paham jika ia bisa membeli sesuatu dari hasil tabungannya.

***
Tuuh kan, anak pembelajar yang hebat! Terus bersemangat menanamkan kebaikan-kebaikan pada buah hati kita yah bun 😊!

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day5

Kamis, 21 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day 4)

Hari Rabu dan Sabtu selalu menjadi momen spesial bagi Ilma. Hari pasar! Di kampung kami, pasarnya memang tidak setiap hari. Kecuali jika sengaja mengunjungi pasar sentral di pusat kota.

Sama dengan agenda bepergian lainnya, Ilma senantiasa mendapatkan 'breafing' singkat jika ingin diajak kemana-mana. Apalagi ke pasar. Meski usinya masih tiga tahun, dia sudah mampu membuat list sendiri - dia mau apa.

Seringkali sebelum berangkat, dia sudah menyebutkan beberapa daftar keinginannya.

***
Pasar pagi ini
Biasanya saya sudah bisa mengantisipasi rute perjalanan kami yang sangat "ramah dompet ummi". Maksudnya, saya bisa mengatur baiknya lewat lorong mana tembus dimana, supaya Ilma tidak tergoda dengan aneka jualan yang membuat dia jadi tidak kooperatif jika diajak ke pasar.
Namun pagi ini, terjadi banyak perubahan di pasar. Mungkin efek renovasi pasar. Banyak penjual yang berpindah tempat dari posisinya semula.

Awal masuk pasar, sudah ketemu penjual mainan, lanjut penjual ikan hias, dan beberapa dagangan menarik hati anak kecil. Semua penjual tadi, tidak ada dalam daftar kesepakatan belanja kami. Hehe...bad mood lah si kecil.
Namun sepanjang jalan, Ummi berusaha mengingatkan tentang kesepakatan kami sebelumnya. Sambil menjelaskan kembali tentang kebutuhan Ilma.

Meski wajahnya kusut, tapi ia berusaha mengikuti arahan Ummi. Setelah membeli apa yang kami sepakati, ia pun kembali ceria.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day4

Senin, 18 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day 3)

Menabung ala Ilma

Bagi saya, memberikan pemahaman sederhana tentang manfaat menabung bagi anak usia tiga tahun termasuk gampang-gampang susah.

Mudahnya karena orang tua tinggal menyiapkan tabungan, memberikan contoh ke anak, memperagakan caranya menabung, memasukkan uang ke lubang tabungan, dan selesai.

Namun memberikan penjelasan kenapa uangnya perlu ditabung dan manfaat kedepannya untuk apa, rasa-rasanya tak semudah yang saya pikirkan.

Saat ini, Ilma juga sudah mulai tahu kalau uang adalah benda berharga. Saya pribadi pernah secara khusus bercerita tentang fungsi uang kepadanya. Tapi dalam batasan yang konkrit saja sesuai usianya.

Seringkali jika ia mau sesuatu, spontan saja ia nyeletuk "Mau ice cream, tapi Ilma tidak ada uang".

Nah, momen ini terkadang saya gunakan untuk merecall kembali penjelasan tentang manfaat menabung yang ia lakukan.
"Ilma ada uang kok, kan pernah menabung. Uangnya Ilma simpan dalam celengan ikan ini. Tapi nanti kalau sudah penuh baru kita buka yah"

***
Hari ini Ilma diberi beberapa uang koin sama kakek. Saya tawarkan untuk ditabung saja. Ia mengangguk dan berkata "uangnya untuk makan Ikan saja".

Hehe, oke deeh..
Karena celengannya berbentuk Ikan, jadi mungkin maksudnya menabung itu seolah-olah memberi makan pada Ikan 😄.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day3