Senin, 18 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day 3)

Menabung ala Ilma

Bagi saya, memberikan pemahaman sederhana tentang manfaat menabung bagi anak usia tiga tahun termasuk gampang-gampang susah.

Mudahnya karena orang tua tinggal menyiapkan tabungan, memberikan contoh ke anak, memperagakan caranya menabung, memasukkan uang ke lubang tabungan, dan selesai.

Namun memberikan penjelasan kenapa uangnya perlu ditabung dan manfaat kedepannya untuk apa, rasa-rasanya tak semudah yang saya pikirkan.

Saat ini, Ilma juga sudah mulai tahu kalau uang adalah benda berharga. Saya pribadi pernah secara khusus bercerita tentang fungsi uang kepadanya. Tapi dalam batasan yang konkrit saja sesuai usianya.

Seringkali jika ia mau sesuatu, spontan saja ia nyeletuk "Mau ice cream, tapi Ilma tidak ada uang".

Nah, momen ini terkadang saya gunakan untuk merecall kembali penjelasan tentang manfaat menabung yang ia lakukan.
"Ilma ada uang kok, kan pernah menabung. Uangnya Ilma simpan dalam celengan ikan ini. Tapi nanti kalau sudah penuh baru kita buka yah"

***
Hari ini Ilma diberi beberapa uang koin sama kakek. Saya tawarkan untuk ditabung saja. Ia mengangguk dan berkata "uangnya untuk makan Ikan saja".

Hehe, oke deeh..
Karena celengannya berbentuk Ikan, jadi mungkin maksudnya menabung itu seolah-olah memberi makan pada Ikan 😄.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day3

Minggu, 17 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day2)

Belajar Mengenali Kebutuhuan

Hari ini si kecil ikut belanja ke toserba dekat rumah. Tujuan utamanya mau beli susu kotak untuknya. Sebelum berangkat sudah dibreafing dulu sama saya.

Ummi: "Nak...nanti kalau sampai di penjual boleh beli satu barang saja yah!"
Ilma: "Mau ka beli gula-gula, agar-agar sama susu".
Ummi:"Belinya susu saja...kan yang habis susu ta".
Ilma:"Iya...."
(Meski kurang meyakinkan air mukanya 😄)

Sampai di toserba, mulailah dia menunjuk beberapa jenis item yang menggiurkan baginya. Dan diantara beberapa benda yang ia mau, tak ada susu dalam listnya.

Ummi:" Katanya tadi mau beli susu"
Ilma:"Yang ini saja, enak mii...."
Ummi: "Tapi Ilma kan butuh susu, tadi janjinya sebelum berangkat beli susu saja"
Ilma:" Mau yang ini juga...!!" (Memperkuat pegangan bungkus agar2)
Ummi:"Maaf nak, uangnya cuma cukup untuk beli susu. Besok-besok lagi beli agarnya yah".
Ilma:Menggeleng, masih memeluk bungkusan agar.
Ummi: Berjalan pelan memperhatikan beberapa produk disekitar kami berbicara tadi. Sambil bersenandung dengan nada yang ga jelas lagu apa "anak solihatnya Ummi tepati janji. Belajar sabar, beli susu yang Ilma suka. Nana....naaa....naaa..."
Ilma: "simpan mi pale Ummi...." (simpan saja Ummi)"
Ummi: "Hebaaat...Ilma suka susu rasa apa?mau cokelat atau strobery?" (Padahal sudah yakin kalau dia suka coklat 😆)
Ilma: nunjuk susu kemasan yang ada gambar pemain Frozennya 😄

***
Bersyukur, karena selama ini Ilma tidak pernah tantrum berlebihan jika keinginannya tidak dikabulkan di supermarket/pasar. Berusaha mengkomunikasikan dan membuat kesepakatan sederhana dengan si kecil sudah bisa dilakukan meski usianya masih dua atau tiga tahun. Pengalaman, jika dia masih tetap bertahan dengan maunya, paling ekspresi wajahnya saja yang berubah 😄. Tapi menurut saya, memberikan pemahaman pada anak tentang kebutuhannya jauh lebih utama dibanding menuruti semua keinginannya. Minimal, dia sudah mulai belajar skala prioritas secara sederhana. Mana yang penting, mana yang boleh, dan bagaimana memilih sesuatu yang ia butuhkan.
Secara tidak langsung kan juga mengajarkan ia untuk cerdas mengelola finansial. Hwaaaah, ini mah emaknya juga yang butuh belajar banyak,hehehe...
Mana yang butuh mana yang mau!!! Iya kan mak....?? 😆

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day2

Kamis, 14 September 2017

Anak Cerdas Finansial (Day1)

Mau Buku Tabungan


Beberapa hari ini Ilma merengek minta buku tabungan. Sebelumnya sih sudah pernah kami berikan. Buku tabungan yang nomor rekeningnya tidak aktif lagi. Namun tercecer entah dimana.

Tayangan Upin Ipin yang mengajarkan anak untuk gemar menabung ternyata membekas diingatan Ilma. Tapi yang jadi fokus perhatiannya adalah buku tabungannya. Belum sepenuhnya pada aktivitas menabungnya. Meskipun jauh hari sebelumnya kami sudah mulai mengajaknya untuk menabung via celengan.

Bosan ditagih terus buku tabungan, saya pun berpikir mengajak Ilma ke bank dan membuka rekening tabungan untuk anak. Tapi karena sibuk, agenda ini tertunda hingga sekarang.

Bak gayung bersambut,
Ternyata materi kelas bunda sayang level delapan terkait aktivitas menabung. Melatih kecerdasan finansial anak. Waah, sepertinya ini 'kode' bwt saya untuk merealisasikan apa yang Ilma mau.

Momen ini bisa menjadi sarana belajar Ilma. Meski usia masih terbilang balita, namun orang tua mulai memberikan pemahaman sederhana tentang menabung dan manfaatnya.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#Day1 

Kamis, 07 September 2017

Barakallahu Laka..!!


Hari ini, lima tahun yang lalu...
Engkau resmi meminta kepada bapakku. Diriku akan menjadi tanggung jawabmu. Selamanya, seumur hidupmu..
Mitsaqon Ghalidzan terucap,
Air mataku berlinang
Malaikat mendoakan
Untaian doa mengalir syahdu
Untukku
Untukmu
Untuk kita


Hari ini, lima tahun yang lalu...
Pertama kali kau menatap lekat mataku
Air mukamu berkata
Bersama Allah, kita kan selalu bersama meraih Jannah-Nya.
Kubalas tatapanmu dengan senyuman
Kuyakinkan diriku
Kulangitkan syukurku
Betapa beruntungnya diriku memilikimu


Dan kisah kita pun dimulai.
Tawa, haru, bahagia, sedih, senang, dan susah
Kita lalui bersama
Terima kasih telah menjadi pelangi
Yang mewarnai dinding hati
Mari terus berbahagia,
Merayakan cinta
Sakinah bersama
Dunia dan akhirat..


Parepare, Rumah Laut..
08 September 2017
03:32
*kuyakin, saat ini pun Abi sedang berdoa langsung di Baitullah. Semoga Allah senantiasa memberi keberkahan untuk rumah tangga kita. Aamiin Yaa Rabb...

Rabu, 06 September 2017

Semua Anak Adalah Bintang (Aliran Rasa)

Tantangan level 7 ini semakin meyakinkan saya bahwa Allah tidak pernah menciptakan produk gagal. Yang layak menyandang predikat gagal mungkin orang tuanya. Yah, gagal dalam memahami apa yang anaknya mau bahkan gagal mengelola diri. Hingga "bintang" kecil yang kita didik menjadi kurang bersinar. Bahkan ada kesan, orang tualah yang berusaha meredupkan kerlipnya.

Saya sadar, masih jauh dari kata hebat untuk menjadi fasilitator yang baik untuk si kecil. Game level 7 ini memberikan banyak hikmah dalam membersamai 'amanah' yang Allah titipkan kepada kami. Yah, karena anak adalah amanah - maka segala upaya akan kami lakukan agar fitrahnya dapat terjaga dengan baik.

Teruslah bersinar wahai bintang kecilku,
Bersama Allah..kami kan selalu mengiringi setiap langkahmu.

#Tantangan10hari
# Level7
# KuliahBunsayIIP
# BintangKeluarga

Jumat, 01 September 2017

Semua Anak Adalah Bintang (Day 10)

Main ke Pantai


Sama halnya orang dewasa. Anak juga suka  diajak jalan-jal├án menikmati keindahan alam. Beruntungnya, kami tinggal di kawasan yang dekat dengan pantai. Menikmati indahnya deburan ombak dan menyaksikan sunset termasuk wisata murah meriah di kampung kami. Begitu juga dengan menyambut sunrise. Meski tidak melihat secara langsung, namun merasakan sensasi munculnya matahari dari balik gunung sungguh sangat membahagiakan.


Jika ada waktu senggang, kami sering mengajak putri kami untuk jalan-jalan menikmati pemadangan di sekitar tempat tinggal kami. Iyaa...jalan dengan arti sesungguhnya. Sepuluh menit jalan kaki, hamparan laut dan sungai telah menanti kami. Masyaa Allah..

Momen sederhana ini selalu disambut antusias oleh Ilma. Terkadang dia sendiri yang punya inisiatif untuk jalan-jalan,meski hanya berdua dengan umminya.
Banyak hal yang bisa ia pelajari dengan aktivitas ini. Mengenal lingkungan kami lebih dekat, silaturahim dengan warga sekitar, menambah pemahamannya tentang sungai, laut, matahari terbit dan terbenam, tentang burung yang makan ikan, atau all about nelayan, dan lain-lainnya.
Alhamdulillah,
Ini salah satu hal yang membahagiakan, mengapa kami bahagia tuk pulang dan mengabdi pada kampung halaman .
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Day10

Selasa, 29 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang (Day 9)

Belajar bersama Toples


Anak kecil memang paling semangat kalau liat emaknya beberes. Entah apa yang ada dibenaknya. Bersorak kali yah...



Pagi ini agenda Ummi untuk merapikan aneka toples yang bertebaran di rumah. Aksi siapa lagi kalau bukan makhluk kecil yang memang suka memindahkan barang  bukan pada tempatnya.

Bagi sebagian orang tua, keterlibatan anak ikut beberes rumah itu sangat mengganggu. Iyes..bukannya makin rapi, malah makin berantakan yah bun? Hehe..disinilah letak tantangannya.

Jika cara berpikir orang dewasa yang kita setting, yakinlah! Hanya teguran dan larangan yang akan keluar dari lisan kita. Tapi jika kita berusaha memakai "kacamata" si kecil, maka kesempatan belajar akan kita buka selebar-lebarnya buat mereka. Bukankah mereka banyak belajar dengan mengeksplore apa saja yang ada di sekitarnya? Termasuk saat membantu merapikan peralatan dapur.

Maka sebuah keharusan, seorang ibu harus bisa menjaga kewarasannya setiap saat. Kreativitas harus senantiasa tercipta ketika mendampingi buah hati. Aiih, untuk yang satu ini - saya masih jauh dari kata mampu. Namun semangat tuk belajar dan memperbaiki diri sangat besar.
***
Kembali ke merapikan toples..
Saat saya sibuk memasukkan toples ke dalam lemari, maka Ilma pun tak kalah sibuknya mengeluarkan kembali aneka toples tadi. Saya pun berpikir, melibatkannya untuk memasukkan sendiri toplesnya - mungkin alternatif baik untuk memudahkan "tugas negara" ku pagi ini. Namun dia menolak. Hwaah, makin lama ini prosesnya.

Dalam membersamai anak, insting seorang ibu harusnya sudah terlatih. Anak maunya apa? Namun karena deadline pekerjaan rumah, kadang mengabaikan sisi kepedulian kita pada anak.
Rupanya, Ilma sedang ingin diajak bermain dengan aneka toples tadi. Karena lelah sendiri rebutan toples, akhirnya kubiarkan ia memainkan toples tadi dengan bebas. Sambil berusaha berdamai dengan diri, dan menyusun strategi untuk  mengeksekusi kerjaan selanjutnya.

Ilma masih memainkan toples. Dipukul-pukullah tutupnya dengan sendok. Disusun menjadi sebuah menara menjulang ke atas, disusun menyamping seperti kereta, dan berbagai model yang tercipta dari beberapa toples yang digabung.

Sejenak saya berhenti dari kerjaan tadi. Memperhatikan Ilma. " Hey...bukankah Ilma sedang belajar hal yang menarik saat ini??" Pikirku sambil tetap memperhatikan aksinya.

Yaa Allah, padahal tadi sempat berebutan toples tuk segera dimasukkan ke tempatnya. Jika saya bersikeras menuruti kemauanku, mungkin kesempatan belajar anakku pagi ini jadi tidak terfasilitasi. Maafkan ummi nak...

***
Singkat cerita, saya segera merampungkan pekerjaan yang ada dan fokus mengajaknya bermain kembali dengan aneka toples yang masih menarik perhatiannya. Pilihan aktivitasnya adalah mengajak Ilma untuk mengurutkan toples dari ukuran besar hingga ukuran paling kecil. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, Ilma juga saya instruksikan untuk mencari mana pasangan tutup toples dan beberapa peralatan dapur lainnya yang sesuai dengan wadahnya. 





Alhamdulillah, dia mampu menyelesaikan "tugas" yang saya berikan dengan mata yang berbinar.
***
Anakku sayang, belajar itu hak mu nak..!
Maafkan orang tuamu yang kadang masih abai dalam memenuhi hak belajar mu. Bersama Allah, semoga kami senantiasa dibimbing untuk menjadi orang tua yang baik buat dirimu.
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Day9