Selasa, 25 Juli 2017

Stiimulasi Belajar Matematika pada Anak (day4)

Sortir Cucian

Siang tadi Ilma mendekati Ummi yang dikelilingi dengan jemuran.
" Banyaknya cucian ummiii..." komentarnya (sambil menjatuhkan diri pada tumpukan cucian yang memang mirip gunung kecil,hehe..). Ini salah satu momen yang Ilma senangi diantara berbagai jenis tugas negara emaknya. Yah, berenang dan berguling2 diatas tumpukan jemuran yang siap tuk dilipat 😄.

Karena masih dalam momen tantangan stimulasi belajar matematika, tiba2 terlintas ide untuk melibatkan Ilma dalam aktivitas melipat jemuran ini. Membiarkannya berlama2 di atas tumpukan jemuran, malah membuat satu pekerjaan  Ummi jadi tertunda.

Ummi : " Banyaknya baju disini...Ilma tau yang mana bajunya Ilma? "
Ilma : " Kalo Ilma baju kecil..baju anak-anak "
(kembali merecall konsep perbandingan besar kecil sebuah benda).
Ummi : "Yeiiyy..betull...kalau begitu, tolong bantu Ummi pisahkan baju Ilma yang kecil dengan baju Abi yang besar "
(Sambil mengenalkan Ilma pada konsep kepemilikan barang orang disekitarnya)
Ilma : dengan sigap memilih dan membuat tumpukan untuk baju miliknya dan baju Abi. Sambil diiringi beberapa hitungan yang berulang2.

*meski belum bisa bertahan lama ketika diminta bantu melipat. Hehe, ga papa yah..pelan2 saja Ilma belajarnya 😊.

#Tantangan10hari
#level6
#KelasBunsayIip
#IloveMath
#MathAroundUs
#day4

Senin, 24 Juli 2017

Stimulasi Matematika pada Anak (day3)

Berapa Telurnya…??

Pagi ini Ilma ikut Ummi ke pasar. Setelah membeli beberapa kebutuhan dapur, Ummi mengajak Ilma membeli satu bungkus telur puyuh.
“ Sampai di rumah baru kita makan yah” demikian instruksiku sebelum Ilma meminta dibukakan bungkusan telur puyuhnya.
Sampai dirumah…

***
Ilma: “ Mana telurnya? Ayo..dimakan”
Ummi: “ Eh, banyaknya telurnya….Ilma bisa hitung?”
Ilma:” Aii…makan saja dulu..” (sepertinya sudah ga sabar waktu perjalanan pulang dari pasar).
Ummi: “ Ayoo…main hitung-hitung telurnya “ (mencoba menstimulasi matematikanya).

***
Segera Ummi siapkan perlengkapan yang dibutuhkan. antara lain:

Alat dan bahan :
Telur puyuh, spidol, kertas, gunting , dan beberapa mangkok kecil.





Cara bermain:
  • Gunting selembar kertas menjadi tiga bagian.
  • Gambar masing-masing kertas dengan bulatan menyerupai gambar telur puyuh.
  • Kertas pertama digambari satu bulatan, kertas kedua digambari dua bulatan, dan kertas ketiga digambari tiga bulatan telur.
  • Susun kertas sesuai dengan urutan jumlah telur.
  • Siapkan mangkok/wadah kecil untuk menyimpan telur, letakkan disamping kertas bergambar telur tadi.
  • Minta anak untuk menyimpan telur puyuh pada wadah kecil yang telah disiapkan.
  • Instruksikan untuk menyimpan telur sesuai dengan jumlah yang ia lihat di gambar.
  • Sambil bermain, orang tua bisa meminta anak untuk menghitung jumlah telur yang diletakkan pada wadah.




Manfaat permainan:
Menstimulasi matematika anak dengan mengajaknya  belajar menghitung jumlah telur yang ia miliki.
Koordinasi visual motorik anak. Melatih anak untuk  mengamati gambar dan memintanya mengambil telur sesuai dengan gambar yang ia lihat
Mengembangkan aspek bahasa anak.
Orang tua bisa memanfaatkan momen ini untuk menanyakan beberapa hal terkait telur puyuh. Warnanya, ukurannya (besar atau lebih kecil dari telur yang sebelumnya anak lihat,), bentuk binatang yang menghasilkan telur puyuh, dan sebagainya.


#Tantangan10hari
#level6
#KelasBunsayIip
#IloveMath
#MathAroundUs
#day3

Stimulasi Matematika pada Anak (day2)

Hitung Lampunya!!

Ahad malam kemarin Abi mengajak kami cuci mata di alun-alun Kota Parepare, lapangan Andi Makkasau. Ini salah satu tempat favorit Ilma.Disana, Ilma bisa puas  bermain odong-odong, motor-motoran, kereta api, dan berlarian mengitari lapangan.
Ba’da sholat magrib kami meninggalkan rumah. Sepanjang jalan, Ilma banyak mengomentari apa saja yang ia lewati. Pohon, mobil, bahkan jejeran motor yang parkir di sepanjang jalan pinggir pantai pun tak luput dari komentar Ilma.
Hingga kami melewati jejeran lampu jalan.  


***
Ummi : “ Banyaknya lampu….Ilma tau jumlahnya? Coba hitung.. ”
Ilma : “ Banyaaak..satu, dua, tigaa, empat, lima, enam, tujuuuuuh…banyaaak! waaaahh…” (teriak histeris).
Ummi: “Iyaa..banyak nyaa”



***
Yup..ternyata, saat perjalanan pun – kita sebagai orang tua tetap bisa menstimulasi matematika logis anak loh. Pilihan aktivitasnya pun beragam. Bisa dengan mengajak mereka menghitung jumlah motor yang ia lewati, membandingkan besar kecil mobil yang anak lihat, jumlah lampu yang ada di sekitarnya, bangunan yang tinggi, dan sebagainya.

#Tantangan10hari
#level6
#KelasBunsayIip
#IloveMath
#MathAroundUs
#day2

Stimulasi Matematika pada Anak (day1)

I Love Math
Materi belajar kelas IIP di penghujung Juli ini adalah menstimulasi matematika logis pada anak. Materi ini cocoknya buat emaknya sih. Karena, sejak jaman SD sampe bangku kuliah selalu tidak pecaya diri dengan pelajaran matematika. Soal nilai? Ga usah ditanya! Wkwkwk….memprihatinkan dong ^^,
#curcol.
Setelah membaca dengan detail materi, ternyata belajar matematika itu menyenangkan sekali. Seandainya guru atau pendidik saya saat itu menerapkan pembelajaran seperti materi di kelas Bunda Sayang IIP. So…saya harus berusaha agar buah hatiku menjadi cinta dan suka sama  pelajaran yang manfaatnya berkorelasi dengan kemampuan menyelesaikan masalah. Terkhusus pada masalah yang membutuhkan matematika sebagai solusinya. Aamiin…
Berhubung usia Ilma masih tiga tahun, jadi stimulasi belajar matematikanya disesuaikan dengan perkembangannya juga.
***
Besar atau Kecil..??


Hari ini kami makan semangka. Ilma suka sekali sama buah berair banyak ini. Saya pun membelah semangka dengan ukuran yang tidak sama besar. Dan menawarkannya kepada Ilma.
Ummi: ”Nak, semangkanya sudah siap. Ummi ada dua semangka. Ilma mau yang mana?”
Ilma: “ Horeeee…..makaaaaaasiiih Ummi”
Ummi: “ Tapi Ilma pilih yah? Yang ini (menyodorkan tangan kanan) atau yang ini (menyodorkan tangan kiri). Ilma tau bedanya? (sambil mensejajarkan kedua semangka di depan Ilma)
Ilma: “ Waaah, ada besar sama kecil, Mi…”
Ummi: “ Betuuul….mau yang mana? Semangka besar atau kecil?”
Ilma: (belum selesai Ummi bicara) “ Yang besar…” (tangannya sudah memegang semangka tadi)
Ummi : ” Dihabiskan yah, baca Bismillah….”
***
Mengenalkan konsep perbandingan BESAR dan KECIL bisa dimulai dari hal-hal sederhana.  Orang tua tidak harus mendesain secara formal aktivitas belajar anak. Apalagi kalau usianya masih dibawah lima tahun. Yah, mereka belajar dari bermain. Tugas orang tua, bagaimana mengemas permainan tersebut menjadi bermakna bagi anak.
#Tantangan10hari
#level6
#KelasBunsayIip
#IloveMath
#MathAroundUs
#day1

Selasa, 13 Juni 2017

Tumbuhkan Motivasi Membaca dengan Pohon Literasi

M.E.M.B.A.C.A



Aktivitas yang Qt semua pahami, betapa besar manfaat yang bisa didapatkan ketika rutin melaksanakanx. Tapi mengapa semakin hari, sy kok jd susah melahap satu buku ya?? Padahal amanah menjadi seorang istri dan ibu juga semakin bertambah. Berarti peningkatan ilmu dan wawasan juga harusnya berbanding lurus dgn peran yang dijalani saat ini. Astagfirullah....*tamparan keras .
Namun uniknya, koleksi buku tetap bertambah (malah makin hobi numpuk buku lebih tepatnya ).

Alhamdulillah,
Tantangan kelas bunda sayang kali ini berusaha mengobati sedikit gundah seorang ibu yang dilanda " futur baca " (minjem istilah buibu dikelas bunsay)


POHON LITERASI



Jika self motivation saja dirasa belum cukup, maka seorang ibu wajib mencari motivasi eksternal yang bisa membantu untuk meningkatkan kualitas dirinya (itu sabda ala saya,wkwkwk ).
Pohon ini semoga bisa menjadi alarm bagi saya yg berperan sbg madrasah pertama keluarga.

Tantangan level 5 ini meminta kami untuk meningkatkan aktivitas membaca kami sekeluarga. Kemudian kami diminta untuk merimbunkan dedaunan pohon dengan judul2 buku yang telah kami baca. Program ini tidak hanya berlaku bagi ibu sj yah, tp juga fokus pada stimulasi peningkatan minat baca anak. Untungnya lagi, pak suami juga bersemangat tuk dilibatkan merimbunkan dahan pohonnya sendiri .


Mohon doanya yah man teman, semoga bs istiqomah dlm pelaksanaanx, terkhusus saat melaporkan hasilnya. Hehehe....*Mrs.Rekap 


#GameLevel5
#Day1
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 07 April 2017

Day10 Family Project " Tangan dan Kaki Ilma"

Tangan dan Kaki Ilma







Hari ini Ilma sedang semangat corat coret. Belum bisa dikategorikan menggambar sih. Karena hasilnya masih coreng moreng. Belum bisa dimaknai gambarnya oleh orang lain,hehe... 😃

Sebagai teman setia bermain, saya tidak menyia-yiakan kesempatan ini. Saya mengajak Ilma untuk membuat proyek mengabadikan gambar telapak tangan dan kaki Ilma. Tentu saja dengan memanfaatkan minat coret-coretnya tadi.
Saya menyiapkan semua bahan dan langsung mengajak Ilma tuk menggambar tangan dan kakinya.

🎊 Alat dan Bahan

Kain Flanel
Gunting
Lem lilin
Pensil/pulpen

✨Cara membuat
🎉Siapkan kain flanel sesuai ukuran tangan dan kaki anak
🎉 Gambar pola tangan dan kaki anak pada kain flanel (libatkan anak tuk menggambar sendiri)
✨Gunting pola gambar dan tempelkan dengan lem lilin pada kain flanel yg telah disiapkan sebagai alas gambar.

🎏 Tujuan permainan
🎐Melatih kemampuan motorik halus anak, dengan aktivitas menggambar atau menggunting pada kain flanel
🎐Mengenalkan anggota tubuh pada anak, khususnya bagian Tangam dan Kaki.
🎐Mengembangkan aspek kognitif anak, sambil menggambar atau menggunting, orang tua bisa bercerita tentang fungsi tangan dan kaki, bagian2nya, siapa yg ciptakan tangan dan kaki, bersyukur atas nikmat tangan dan kaki,dsb..

Alhamdulillah, dia senang sekali dengan 
kegiatan ini.






#day10
#familyproject
#myfamilymyteam
#kelasbunsayiip

Day9 Family Project "Merawat Ummi"

Merawat Ummi


Alhamdulillah alaa kulli hal..
Tiga hari ini saya kurang sehat, badan terasa ngilu semua. Radang tenggorokan disertai batuk berdahak, menyebabkan saya lemas tak berdaya.

Tinggallah Ilma sendiri. Air mukanya tampak khawatir menatap Umminya yang tak berhenti batuk sejak berbaring disampingnya.

Menuntaskan target family project ini menjadi tertuda. Yah, tubuh ini menuntut haknya tuk istirahat sejenak.

Saya jadi berpikir, kenapa tidak memanfaatkan momen "sakit" saya tuk melatih kepekaan dan kepedulian Ilma?

 Jika dilihat dari ekspresinya, sepertinya dia sudah bisa membedakan kondisi saya sehat dengan tidak. Bahkan ia menawarkan "ummi mau dipijitkah??". Ah, sy jd terharu...

Jd pelan2 saya ceritakan ke Ilma tentang kondisi saya, meminta maaf karena belum bisa bermain lama-lama, serta meminta tolong untuk diambilkan beberapa keperluan saya.

Alhamdulillah, Ilma belajar dgn cepat..
Dia mampu merespon dengan baik berbagai instruksi dan permintaan saya,
Termasuk ketika ia sy minta ke WC tuk pipis sendiri. Kami memang baru memulai latihan toilet training Ilma (hehehe,tantangan level 2 kemarin sdh ga terkejar karena saya baru balik ibadah umroh) 😂

Membekali anak dengan life skill training memang sangatlah penting. Kemandirian mereka akan tampak jika orang tua sedang tidak bersama mereka atau sedang berada dlm kondisi yang menyebabkan orang tua tak dpt mengurus mereka langsung. Misalnya sakit yang saya rasakan sekarang.

Melatih life skill training anak usia dua tahunan cukup dimulai dengan aktivitas-aktivitas sederhana yang memang berhubungan langsung dgn kondisi dirinya. Misalnya: memakai pakaian sendiri, toilet traning, menuang air dalam gelas/ dispenser, makan sendiri, dan sebagainya.

Karena tidak selamanya kita ada membersamai mereka. Maka tugas orang tua selain mencintai,mendidik dan memenuhi kebutuhan mereka adalah mempersiapkan anak-anak mereka menjadi manusia tangguh, mandiri, dan bermanfaat.

Sehat selalu nak Ilma, barakallahu fiik..


#day9
#familyproject
#myfamilymyteam
#kelasbunsayiip